Wednesday, 28 May 2014
Monday, 12 May 2014
20:29
Unknown
Ada sebuah kisah tentang sepasang sahabat yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan sahabatnya menghardik seorang sahabat nya dengan sangat keras. Sahabat yang kena hardik, merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI SAHABATKU MENYAKITI HATIKU.
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis dimana mereka memutuskan untuk mandi. Si Sahabat mencoba berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang dia menulis di sebuah batu : HARI INI SAHABATKU YG BAIK MENYELAMATKAN NYAWAKU.
SAHABAT bertanya : “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir dan sekarang kamu menulis di atas batu ?”
sahabat nya sambil tersenyum menjawab : “Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu dan aku bisa melupakannya… Dan bila sesuatu yang baik dan luar biasa diperbuat sahabatku, aku harus memahatnya di atas batu hatiku, agar tidak bisa hilang tertiup angin waktu dan akan kuingat selamanya.”
Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Terkadang malah sangat menyakitkan, oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan melupakan masalah yang lalu. Yang terpenting dari pelajaran di atas, adalah :
“Belajarlah untuk selalu BISA MENULIS DI ATAS PASIR untuk semua hal yang MENYAKITKAN dan selalu MENGUKIR DI ATAS BATU untuk semua KEBAIKAN.
SUBHANALLAH..
Monday, 31 March 2014
03:32
Unknown
ADAKAH TUHAN ITU ?
(datanglah ke tukang cukur, maka dirapikannya rambut Anda. Dan datanglah juga kepada Allah, maka Allah pun akan merapikan hidup anda.)
Ceritanya begini:
Satu siang, di tempat cukur rambut terjadi obrolan antara si tukang cukur dengan pelanggannya. Kebetulan yang dicukur itu Zaid, seorang alumni sebuah Pesantren ternama.
Kian lama obrolan dua orang itu kian hangat saja. Dari tema yang mulanya ngalor-ngidul, si tukang cukur yang “abangan” itu membawa obrolan ke masalah seputar akidah.
“Kalau menurut saya, Tuhan itu tak benar-benar ada ,“ tukang cukur memulai.
“Lho kok bisa mengatakan seperti itu?” Zaid mengejar tanya.
“Ya lihat saja kehidupan ini Mas, banyak orang yang hidupnya nelangsa, penuh masalah, ribet semrawut, bahkan saking beratnya masalah itu ada yang sampai berani bunuh diri. Katanya Tuhan itu maha Pengasih yang bakal menolong setiap hambanya,. Nah buktinya mana?”
Hmm. Zaid terdiam. Dia tak langsung menjawab. Bukan lantaran tak mampu, tapi Zaid tengah mencari jawaban yang pas buat si tukang cukur. Dia teringat benar pesan Kiainya agar bisa menyampaikan setiap hal sesuai dengan nalar lawan bicaranya.
Hingga berapa lama, Zaid belum juga angkat bicara. Si tukang cukur hampir menyelesaikan tugasnya. Tiba-tiba Zaid melihat seorang tengah duduk di luar tempat cukur rambut. Tampang dan rambut orang itu begitu acak-acakan dan berantakan. Seberkas ide pun mengalir di kepala Zaid.
“ Nah Pak, kalau Anda mengatakan Tuhan itu tak ada, maka saya katakan tukang cukur itu tak ada.“
“ Lho, gimana sih, wong saya itu ada di sini,” tukang cukur tak mengerti
“Pokoknya, saya yakin kalau tukang cukur itu tak ada,“ Zaid ngeyel.
“Kalau tukang cukur itu ada, lha kok masih ada orang yang rambutnya berantakan,“ jawab Zaid sambil menunjuk seorang tak jauh dari tempat itu.
“Anda ini gimana sih, dia yang di sana itu maksudnya, kalau dia rambutnya berantakan, ya sebab tak mau datang ke tempat ini, coba kalau ke sini, pasti saya rapikan,“ sergah Tukang cukur.
“Nah, seperti itu juga pak, kalau ada orang yang ditumpuk masalah dan hidupnya begitu ribet, bukan lantaran Tuhan itu tak ada, tapi sebab si pemilik masalah itu tak mau datang menghadap Tuhannya, Allah. Coba kalau datang, berserah diri, memohon ampun dan pertolongan, Allah pasti menolongnya,” jawab Zaid mantab.
Sang Tukang cukur pun terdiam seribu bahasa.* (In’am Al Fajar/Red: Mahbib)
Subhanallah.....
Ambil lah hikmah dari kisah di atas.. Semoga ALLAH limpahkan kita dalam iman dan takwa kepada-Nya kapan dan dimanapun kita berada. Aamiin
Subhanallah
Ya Allah, berikanlah untuk ibu dan ayah kami kesehatan jasmani dan rohani, panjang umurnya, muliakan, dan hapuskanlah dosa-dosanya ya Rabb, dan berikanlah untuk kami semua pasangan hidup yang setia, sholeh dan sholehah serta anak keturunan yang bisa menentramkan hati dan jiwa kami.
Aamiin ya Rabbal'alamiin
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.
Tetap BERTAWAKAL DAN BERSERAH DIRI kepada Allah, semoga Allah memberikan kita kesenangan baik di dunia ini, maupun di akhirat kelak. Aamiin...
Shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad , atas segenap keluarga dan sahabat beliau.
Aamiin Ya Rabbal'alamiin
Thursday, 20 March 2014
16:17
Unknown
RIDHONYA ALLAH ADALAH KETENANGAN….
Ridhonya Allah adalah ketenangan, rugi yang sesungguhnya rugi adalah ketika kita tidak mendapatkan dunia dan tidak pula mendapatkan keridhaan Pemilik-Nya. Keberuntungan yang sesungguhnya keberuntungan adalah ketika kita mendapatkan dunia dan juga mendapatkan keridhaan Pemilik-Nya.
Bermohonlah kepada Allah agar kita mendapatkan keberuntungan yang sesungguhnya, benar-benar keberuntungan; di dunia mendapatkan kejayaan yang diridhai Allah, dan di akhirat kita mendapatkan ketenangan yaitu surga-Nya Allah. Aamiin..
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". (QS Al-Baqarah : 201)
Tuesday, 28 January 2014
07:53
Unknown
Cintaku Dibawa Lari Sahabatku
Marah , sedih dan pasrah adalah emosi yang berkembang dalam hatiku saat ini . Betapa tidak , aku telah dikhianati kekasihku sendiri yang sangat kucintai . Ditambah , dia berselingkuh dengan teman dekatku sendiri . Siapapun orangnya , jika dia mengalami hal yang sama seperti itu , terutama dia adalah seorang wanita , kurasa dia juga akan merasakan hal yang sama denganku ,
Peristiwa itu berawal dua minggu yang lalu . Cuaca saat itu begitu bersahabat, sangat cerah . Tak ada satupun kemuraman yang kurasakan pada awal hari itu . Sang mentari menampakkan dirinya dengan penuh semangat untuk menyinari bumi ini . Dan burung-burung berkicau dengan merdunya melantunkan nyanyian sendu di pohon depan rumahku .
Itu adalah hari disaat aku diajak kekasihku , sebut saja namanya Rezki , untuk menikmati liburan akhir pekan dengan berwisata ke luar kota . Akupun dengan hati berbunga-bunga mengajak sahabat karibku sejak aku duduk di bangku Taman Kanak-kanak, yaitu Tiwi untuk berlibur bersama kami . Kami berdua selalu disebut-sebut sebagai saudara sedarah karena kedekatan yang terjalin di antara kami . Kedekatan itu ada karena kami sudah mengenal satu sama lain dari sejak kami TK .
Tak lupa, Tiwi juga ditemani sang pacar yang sudah menjalani hari-hari bersamanya selama kurang lebih tiga setengah bulan . Tiwi memperkenalkan sang pacar yang bernama Dimas kepadaku setelah satu menit mereka jadian . Jadi , hubunganku dengan Tiwi memang sangat dekat , sampai-sampai apa yang menjadi rahasianya bukan menjadi rahasia lagi karena sudah diceritakannya kepadaku .
Perjalanan kami dari tempat tinggal kami menuju tempat wisata lumayan jauh, namun sangat mengasyikkan . Kami pergi kesana menggunakan mobilku yang dikendarai pacarku, Rezki . Dalam perjalanan, kami melihat pemandangan yang indah di kiri kanan jalan . Sawah dan pegunungan di sepanjang jalan terhampar luas dan menyuguhkan pemandangan yang begitu asri sehinggan mata kami pun terpesona dibuatnya . Pemandangan alam itupun digantikan oleh suasana semarak dan ramainya perkotaan tempat dimana wahana wisata yang kami tuju berada .
Sesampainya di tempat wisata itu aku langsung membeli tiket sambil bergandengan tangan dengan Rezki . Setelah memasuki tempat wisata itu , aku melihat sangat banyak wahana yang bisa kami coba . Ada kora-kora, hysteria, dan permainan lainnya yang mengasyikkan . Namun, ada satu wahana yang membuat Rezki tertarik , katanya , permainan itu adalah permainan yang menantang, mengasyikkan dan menguji adrenalin . Namun , melihat orang-orang yang berteriak dari atas , aku merasa tidak sependapat dengannya . Jadi , aku memilih tidak ikut naik ke permainan yang namanya Roller Coaster itu , Si Dimas pun berpendapat sama denganku . Memang , kata Tiwi Dimas itu orangnya takut ketinggian , jadi aku maklum saja kalau dia tidak ikutan naik ke Roller Coaster . Sebaliknya , Tiwi sama antusiasnya dengan Rezki dan mereka berdua pun akhirnya hanya berdua naik ke Roller Coaster itu, tanpa aku dan Dimas .
Aku tak tau apa yang mereka lakukan saat mencoba permainan itu , namun dari jauh mereka terlihat sangat akrab dan sering bercanda serta saling melempar senyum . Senyum yang sangat ceria yang menandakan mereka sangat merasa bahagia saat bersama , itu pendapatku . Untuk sesaat , aku merasa heran serta kaget karena Rezki baru kukenalkan kepada Tiwi dua hari yang lalu , sebelum memutuskan pergi ke tempat ini untuk berlibur bersama pacar masing-masing . Dimas yang kutanyai terlihat cuek dan tak perduli dengan kedekatan antara Tiwi dan Rezki .
Seusai mereka turun dari Roller Coaster mengerikan itu , aku merasa ada yang lain dari sikap mereka berdua . Mereka terus menerus mengobrol, hanya mereka berdua . Lalu aku ?aku dibiarkannya termenung dan tidak diajak bicara .Aku merasa menjadi patung diantara mereka berdua . Entah perasaanku juga sama dengan apa yang dirasakan Dimas atau tidak , namun kulihat dia , rasanya dia bersikap acuh tak acuh terhadap Tiwi dan Rezki , juga kepadaku . Sesaat ku berpikir , kok bisa ya Tiwi punya cowok kayak dia ?
Perhatiankupun masih tertuju pada mereka berdua .Kurasakan ada yang janggal , namun aku tak tahu apa itu . Bagiku , pertemuan pertama dua hari lalu dan pertemuan kedua hari ini tak mungkin menjadikan mereka seakrab itu . Setidaknya , itulah yang kurasakan . Aku semakin bosan dan tak terima dipelakukan seperti patung seperti ini , yang hanya bisa menjadi pendengar setia setiap apa yang mereka berdua obrolkan . Akhirnya akupun memutuskan untuk mengajak Rezki ke tempat lain dimana kita berdua bisa berduaan . Akupun menyela pembicaraan antara Rezki daan Tiwi .
“Rez , kita kesana aja yuk , kayaknya bagus deh . Wi , kamu ma Dimas pergi berdua yah “, kataku sedikit memaksa .
“Eh , kemana sih ? kan enakan rame-rame “, Protes Rezki .
“Iya nih Ri , kan seruan bareng-bareng”, tambah Tiwi .
Dimas masih saja cuek dalam hal ini . Akupun diam saja mendengar penkataan mereka berdua . Aku berlagak seolah-olah sebagai seorang anak kecil yang meminta es krim kepada ayahnya tetapi tidak diperbolehkan oleh ayahnya . Wajahku kuusahakan secemberut mungkin . Dan sesaat kemudian, entah karena tak enak hati menolak ajakanku atau merasa bahwa aku sedang marah padanya karena menolak ajakanku , Rezki memotong pembicaraannya dengan Tiwi dan berbicara padaku “Ayo kita kesana , kamu kan tadi minta kesana “, Aku tak menjawab karena masih kesal dengan penolakannya tadi , namun aku tetap saja mengikuti dia menuju tempat yang tadi kutunjuk .Meninggalakan Tiwi dan Dimas yang pergi entah kemana .
“Nah . sudah kan ? Tapi kamu tunggu disini dulu , aku mau ke toilet yang disitu itu , Tapi aku nitip tasku sama kamu ya “, katanya seolah tidak kepada pacarnya sendiri .
“ehemm”, Jawabku singkat .
Saat Rezki di toilet , kudengar suara ringtone hpnya berbunyi nyaring . Karena tak tahu siapa dan tak mau lancang , akupun membiarkannya . Namun bunyinya terus berdengung , hingga ada nada sms pada hp Rezki . Aku penasaran, apakah sebegitu pentingnya keperluan orang ini . Karena penasaran, kubuka sms dari si pengirim dan ternyata isi smsnya adalah ...
+6285736677889
Beb , kamu ma Riri dmna ? aku dah bsen ni sma Dimas , kmbli ksni aj y ,qt ngbrl” kya td .
Biarin aj si Riri mrah” , toh dia kan mw km ptusin ntar .
-Tiwi
Gimana gak shock akunya ? Akupun melihat daftar panggilannya dan yang menelepon dari tadi itu adalah ... Tiwi .
Tak berapa lama , Rezki keluar dari toilet dan segera mengambil hp di tasnya , namun tak ditemukannya . Dia pun beralih menatapku .
“Kamu bawa hpku ya ?”, tanyanya .
Tak perlu berkata-kata , aku memperlihatkan sms dari Tiwi dan tanpa kuminta keterangan darinya , dia sudah siap berargumen ,
“A...aku...”,
“Aku sudah baca kok tadi , sebelum kamu putusin aku , aku putusin kamu sekarang , tak kusangka ya kamu setega itu sama aku ...”,
“T...Tapi...”,
“Ah , sudahlah pembohong kamu !”,
Tak kusangka ternyata Tiwi dan Dimas sedah melihat kami berdua dan mendengar percakapan kami tadi . Tak usah pikir panjang , akupun langsung melabrak Tiwi yang saat itu masih terlihat shock .
“Bagus ya , udah dianggap sodara sendiri , eh , main serobot milik orang lain . kamu gak tau apa Wi , rasanya sakit hati dihianati kayak gini? Sakit banget Wi , apa lagi yang ngelakuin itu semua tuh temen deketmu dan pacarmu sendiri . Bayangkan ajalah Wi . Kamu itu gak punya perasaan apa ? Gak punya etika apa kamu ? Gak pernah diajarin sama orang tuamu kalau gak boleh nyuri milik orang lain? Atau kamu emang gak suka aku bahagia ? Jawab Wi..”, kataku dengan mata berair .
“Aku minta maaf Ri , aku gak maksud . Kamu ingat kan aku pernah cerita kalo aku sudah selingkuhin Dimas ? Kamu inget kan? Dan kamu inget kan kalau aku kelihatan shock saat tau pacarmu itu Rezki ? Itu karna aku selingkuhnya sama dia ,Ri . Aku gak tau kalo kamu itu pacarnya dia , beneran Ri “, Jawabnya dengan mata berkaca pula .
Aku ingat , memang dulu Tiwi pernah cerita kalau dia sudah gak cocok dengan Dimas , tapi aku gak tahu alasannya apa . Dan dia bilang , kalau dia sudah selingkuh sama cowok lain . Tapi aku gak tahu siapa . Yang jelas , ciri-ciri yang dikatakannya padaku itu memang persis dengan Rezki .
Aku yang sedang dilanda emosipun , tanpa berpikir panjang berkata pada mereka berdua “ Ah , bulsyit kalian , aku sudah gak percaya ama kalian berdua . Lebih baik kalian jalani hidup kalian berdua saja . Dan ingat ! Jangan pernah kaitkan aku sama hubungan kalian , dan jangan pernah anggap aku sebagai teman atau mantan pacar . Lupakan semua kenangan antara kita , Rez ,dan antara kita berdua , Wi . Karena selama sisa hidupku , aku gak akan sudi berteman dengan para pengkhianat seperti kalian . Sekarang , kita pulang sendiri-sendiri saja!”
Mereka berdua hanya diam dan berangsur pergi dari tempat itu . Namun Tiwi sempat berkata padaku “ Biar saja kau marah padaku Ri , aku ngaku kalo aku memang salah . Tapi , apakah cinta itu salah . Dan cerita tentang persahabatan antara kita berdua , gak akan secepat itu hilang dari ingatanku , begitupun denganmu . Dan aku janji Ri , kalo kamu memang gak mau berteman denganku , aku akan menjauhimu . Tapi bila kamu butuh bantuanku , aku gak akan berpikir dua kali untuk berkata ‘iya , aku siap membantumu’ “, Katanya , dengan senyum dipaksakan . Dia pun pergi bersama Rezki . Dan setelah mereka pergi , aku melihat punggung mereka berdua dengan berlinang air mata dan berkata dalam hati , Aku sangat bersyukur pernah berteman baik denganmu Wi , Tapi aku gak akan pernah memaafkan , apa lagi menghalalkan yang namanya perselingkuhan dan penghianatan . Biarlah kisah kita berakhir menyedihkan seperti ini . Ini adalah yang terbaik bagi kita semua juga akan menjadi pelajaran bagi kau dan aku .
Lalu , akupun berkata pada Dimas yang dari tadi berdiri membisu di sebelahku “ Aku tak tau apa yang kau rasakan saat ini karena melihat pacarmu berselingkuh . Dan akupun tak ingin tahu karena kulihat sepertinya memang kau tak peduli dengan ini semua , sekarang aku akan pulang dan terserah kau mau bareng bersamaku atau disini saja “.
Untuk pertama kalinya sejak aku berkenalan dengannya , aku mendengarnya bicara lagi kepadaku “Aku ikut denganmu !” Katanya dengan wajah sok serius"
#bukan Kisah nyata
-SEKIAN
RSS Feed
Twitter