Sunday, 14 December 2014

Kisah Su’ul Khatimah Saat Mengambil Cap Jempol Jenazah Ayah

Laki-laki kaya itu telah dimakamkan. Hartanya yang melimpah sangat cukup untuk seluruh anak dan cucunya. Karenanya sebelum meninggal, ia mengumpulkan anak-anaknya agar hidup rukun, penuh kasih sayang. Ia tak ingin anaknya berebut harta. “Laksanakanlah surat wasiat yang aku tinggalkan nanti,” pesannya kali itu.

Semua orang telah pulang dari pemakaman, termasuk anak-anak lelaki kaya itu. Tak lama setelah tiba di rumah, salah seorang dari mereka minta ijin kepada saudara-saudaranya. “Aku akan ke makam ayah,” tentu saja tidak ada alasan bagi saudara-saudaranya menolak keinginannya. Sangat wajar jika seorang anak pergi ke makam ayahnya. Mungkin ia perlu berziarah mendoakannya, atau ia belum bisa melupakan ayahnya.

Sudah sekian jam berlalu, tapi pria itu belum juga kembali dari makam. Saudara-saudaranya mulai cemas. “Ada apa dengan saudara kita? Jangan-jangan terjadi sesuatu dengannya…” Akhirnya mereka bersepakat menyusulnya ke makam.

Betapa terkejutnya mereka, makam ayah terlihat terbuka. Mereka lebih terkejut lagi ketika menyaksikan di dalam makam itu tergeletak saudara mereka di samping jenazah ayah. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un… apa yang terjadi?”

Seketika, kesedihan yang bertumpuk menyergap jiwa mereka. Belum lama ayah meninggal, kini mereka kehilangan salah seorang saudaranya.

Tetapi ada yang aneh. Ada yang aneh dengan kematian saudara mereka. Ia tampak memegang sebuah surat wasiat yang baru dicap jempol. Sedangkan kain kafan ayah tampak terbuka, tangannya kelihatan. Dan jempolnya menyisakan tinta.

Rupanya saudara mereka berlaku curang. Ia datang ke makam ayahnya untuk memalsukan surat wasiat. Ia membongkar makam itu, membuka kain kafan jenazah ayahnya dan mengeluarkan tangannya untuk membubuhkan cap jempol pada surat wasiat palsu yang disiapkannya. Hanya saja, ia tak pernah tahu bahwa pada saat itu Malaikat Maut telah mengintainya. Ia pun menghembuskan nafas terakhir tepat setelah mendapatkan cap jempol itu.

Kisah yang pernah diceritakan Syaikh Mahmud Al Mishri ini menggambarkan dahsyatnya fitnah harta. Harta dunia menjadi godaan yang sangat besar bagi mayoritas orang, hingga mereka menempuh cara-cara yang tidak dibenarkan untuk memperolehnya. Rasulullah memperingatkan umatnya dalam sebuah hadits yang diriwayatkan At Tirmidzi,
إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً، وَفِتنَةُ أُمَّتِي المَالُ

“Sesungguhnya setiap umat itu ada fitnahnya dan fitnah umatku adalah harta” (HR. Tirmidzi, menurut beliau hasan shahih)

Harta, ketika seseorang sudah cinta dunia, maka ia seperti air laut. Semakin diminum semakin haus. Semakin banyak harta semakin ia ingin harta lebih banyak lagi. Sudah mendapatkan warisan yang jumlahnya sangat banyak, masih saja merasa kurang dan iri dengan warisan saudaranya.

Maka benarlah doa orang-orang shalih: “Ya Allah… jadikanlah dunia hanya di tanganku, hanya dalam genggamanku, tidak berdiam di hatiku.”

Friday, 12 December 2014

Dunia televisi tanah air mengalami titik nadir dalam kualitas dan konten dari siarannya. Karena jika kita tela'ah bahwa sebagian besar isi acara televisi hanyalah didominasi oleh 3 hal yakni: Sinetron yang endless story atau FTV dengan tema yang itu-itu melulu (kisah cinta beda kasta atau rumah tangga yg hancur), Acara Musik yang lebih banyak menampilkan hal lain daripada musik itu sendiri, dan Acara Lawak dan Hiburan tanpa batasan norma.

Jujur saja, saya hanya menonton tiga jenis tayangan di televisi, yang pertama adalah pertandingan bulutangkis, program keagamaan yang Islami dan Acara motivasi serta pengetahuan semacam Kick Andy dan Mario Teguh Golden Ways. Selebihnya saya nyaris banyak menghabiskan waktu dengan browsing Internet untuk menambah ilmu dan wawasan.

Jika saya memutar memori ke zaman keemasan tayangan televisi di awal tahun 90an, maka tayangan pada masa itu jauh amat sangat lebih berkualitas dibandingkan tayangan saat ini, dengan tayangan-tayangan yang mampu membuat kita betah berjam-jam di depan televisi, bahkan rangkaian film kartun di hari Minggu sampai membuat saya lupa untuk mandi.

Karena di era itu saya masih anak-anak, maka begitu segar dalam ingatan saya sejumlah acara anak-anak yang benar-benar menghibur, setidaknya itu yang kini sudah punah di dunia pertelevisian kita. Zaman itu, anak-anak di era 90an pastinya akrab dengan tayangan kartun macam Popeye, Casper, Looney dan Tiny Toon, Sailor Moon, Darkwing Duck, X-Men, BT-X dll. Atau tayangan favorit lainnya seperti Power Rangers dan Kamen Rider Black (Ksatria Baja Hitam) yang membuat kita rindu kembali kepada era dimana anak-anak sangat dimanjakan dengan tayangan-tayangan bermutu.

Selain acara anak-anak tadi, rasanya kita juga ingat banyak sekali tayangan yg menambah wawasan berupa kuis-kuis macam Tak-Tik Boom, Piramida, Kata Berkait, Indosat Galileo, Famili 100, bahkan yg terakhir saya ingat adalah Kuis Siapa Berani dan Who Wants To Be A Millionaire. Namun kini nampaknya mengasah otak bukan lagi menjadi favorit masyarakat Indonesia sehingga acara-acara kuis atau tayangan yang menambah wawasan mempunyai rating sangat rendah di saat ini.

Memang tayangan berkualitas yg menambah pengetahuan dan wawasan tidak benar-benar lenyap dari dunia pertelevisian kita. Setidaknya masih ada acara-acara macam On The Spot, Spotlite, Laptop Si Unyil, Jelajah Nusantara, dan semacamnya yg mampu menjadi Oase di tengah gempuran tayangan tak bermutu yang menguasai hampir 80% jam tayang di televisi kita.

Jika membahas mengenai tayangan sinetron atau FTV, di era 90an memang sudah beredar banyak sekali sinetron, namun sinetron yg ada di zaman tsb adalah sinetron yang bermutu, mendidik, dan penuh dengan pesan moral. Mari bandingkan sinetron zaman dulu macam Si Doel Anak Sekolahan atau Keluarga Cemara dengan era “alay” masa kini seperti ABG Jadi Manten atau Ganteng-Ganteng Serigala? Tentunya bagi yg mempunyai akal sehat dan pernah menonton sinetron di era 90an setuju bahwa sinetron di zaman itu jauh lebih bermutu. Lagipula pernahkah kalian sadar bahwa sinetron zaman sekarang isinya cuma “kepala” pemainnya doank? Nggak percaya? Perhatikan saja!

Selain itu, Sinetron saat ini tergantung dari rate share sehingga tayangannya bisa terus diperpanjang hingga beberapa season sampai kadang-kadang si penonton ngedumel sendirian karena konfliknya nggak pernah selesai tapi tetap saja ditonton karena penasaran.

Jika dulu kita masih mempunyai stasiun televisi yg bekerjasama dengan MTV (ANTV dan Global TV), kita selalu menunggu album/video terbaru dari band/penyanyi favorit kita. Saat itu juga acara musik dipandu oleh VJ ternama yg mempunyai wawasan luas tentang musik dan pastinya sudah melalui audisi ketat. Dulu tidak sembarangan orang dinobatkan sebagai “VJ”, gelar itu akan disematkan hanya kepada para pembawa acara musik yang benar-benar mempunyai skill, sebut saja Sarah Sechan dan Daniel Mananta yang hingga saat ini masih dianggap sebagai “The Best VJ” oleh penggila musik mancanegara maupun domestik. Bandingkan dengan pembawa acara musik saat ini yang lebih banyak cuap-cuap tak bermakna ketimbang menggali lebih dalam info terbaru dari perjalanan musik itu sendiri.

Dan terakhir tentunya yang membuat saya semakin miris dan heran. Mengapa acara lawak hiburan yang mengedepankan kelakuan tanpa norma dengan mencela, mengejek, dan menyakiti lawan bicara menjadi tayangan paling laris manis di jagad hiburan Indonesia? Apakah bangsa yang sempat dikenal sebagai bangsa yg berbudi luhur, ramah tamah, serta sopan santun ini berevolusi menjadi masyarakat dengan degradasi moral dan akhlak sudah sedemikian akut?

Tentunya kita semua mengenal ada sekelompok mahasiswa yg dengan cerdas memodifikasi kritik sosial terhadap pemerintah menjadi sebuah humor bermutu. Mereka benar-benar mampu mengubah pakem lawakan saat itu yg identik dengan tampang culun, bergaya kemayu, atau komedi sarkas lainnya menjadi sebuah smart jokes yg lugas namun mampu mencair di lapisan masyarakat bawah. Siapa mereka? Tidak lain dan tidak bukan adalah legenda komedi Indonesia yg dinamakan “Warkop DKI”.

Lawakan berbau kritik sosial dan sedikit vulgar yg dikemas secara apik oleh trio Warkop membuat mereka jadi trendsetter dunia hiburan saat itu. Bahkan genre lawakan mereka diteruskan oleh “junior”-nya yang digawangi oleh Dedi Gumelar, Didin Pinasti, dan Hadi Prabowo bernama Bagito. Namun saat ini rasanya sulit menemukan pelawak yg mampu membuat orang tertawa tanpa harus mengejek, mengumpat, dan menyakiti lawan bicaranya.

Entah apa yang akan kita jelaskan kepada anak-anak kita nantinya jika kita melarang mereka untuk menonton televisi karena tidak adanya tayangan bermutu untuk mereka. Jika dulu kita sangat terhibur dengan kehadiran Susan-nya Kak Ria Enes atau Si Komo-nya Kak Seto Mulyadi, maka kita berharap akan lahir generasi emas yg menghadirkan kembali “Susan-Susan” dan “Komo-Komo” baru menjadi tayangan bermutu bagi barisan generasi selanjutnya membangun bangsa ini menjadi bangsa yang dikenal dengan budi pekerti luhur, menjunjung tinggi etika dan moral, serta berakhlak mulia

Thursday, 6 November 2014

Jika saja dapat ku ubah nasib ku, maka aku sangat ingin untuk tinggal dengan kedua orang tua ku.. Khusus nya IBU.
Aku merasa sangat salah memilih jalan kehidupan ku yang sekarang, di saat IBU ku semakin tua aku tidak bisa bersama nya, dimana seharusnya aku menolong pekerjaan yg biasa ia kerjakan dan mempersilahkan nya untuk istirahat karena tubuh nya yg semakin rapuh, aku malah pergi menuntut ilmu di tempat yg amat jauh ini. Di saat seharusnya ketika IBU sedang sakit aku bisa menjaga dan merawatnya dengan setulus hati, tapi aku hanya bisa mendo'akannya dari kejauhan. Bu aku tidak tau jalan yang ku tempuh saat ini adalah jalan yang baik atau bukan, yang aku tau dahulu engkau tak pernah mau jika aku meninggalkan mu terlalu jauh. Tapi aku harap jalan ini adalah jalan yg baik dari Allah SWT.

Bu.. aku minta maaf jika selama ini aku belum bisa menjadi anak yang baik, belum bisa sepenuhnya membanggakan IBU. Tapi janjiku padamu bu, AKU AKAN SUKSES DAN AKU PASTI AKAN SUKSES. Aku akan membahagiakan Ayah IBU Adik dan Kakak. Dan aku akan menjaga keluarga kita dengan sebaik baiknya, kan ku jadikan Keluarga kita menjadi calon Keluarga Penghuni Surga AAMIIN.

Mungkin saat ini cara yang dapat ku tempuh untuk membahagiakan kalian adalah Serius belajar dan selalu berdo'a, dan aku yakin ini semua tidak sama sekali cukup untuk membalas jasa IBU. dan aku tau aku tidak akan bisa sepenuhnya membalas Jasa IBU dan Ayah, karena jasa Kalian amat begitu besar bagiku.

Sungguh aku sudah tidak kuat untuk melanjutkan tulisan ini, sebab di setiap kata yang kutulis terbayang wajah Indah seorang IBU yg begitu Mulia. Pikrian ku sudah buntu tak tau ingin berkata apa, karena saat ini hanya ada IBU IBU IBU

*Bersambung sampai waktu yg tak di tentukan

Thursday, 17 July 2014

Marah & Putus Asa

Alkisah, seekor ular memasuki
gudang tempat kerja tukang kayu
di sore hari. Kebiasaan si tukang
kayu, membiarkan sebagian
peralatan kerjanya masih
berserakan dan tidak merapikannya.
Nah ketika ular itu berjalan kesana
kemari di dalam gudang, tanpa
sengaja ia merayap di atas gergaji.
Tajamnya mata gergaji,
menyebabkan perut ular terluka.
Tapi ular beranggapan gergaji itu
menyerangnya.
Ia pun membalas dengan mematuk
gergaji itu berkali-kali.
Serangan itu menyebabkan luka
parah di bagian mulutnya.
Marah & putus asa, ular berusaha
mengerahkan kemampuan
terakhirnya untuk mengalahkan
musuhnya.
Ia pun membelit kuat gergaji itu.
Maka tubuhnya terluka amat parah
dan akhirnya ia pun mati..
Kadangkala, di saat kita marah,
kita ingin melukai orang lain. Tapi
sesungguhnya tanpa disadari, yang
dilukai adalah diri kita sendiri.
Mengapa? Karena perkataan dan
perbuatan di saat marah adalah
perkataan dan perbuatan yang
biasanya akan kita sesali di
kemudian hari..
Mari, kita sama-sama belajar
untuk tidak marah (atau setidaknya
mampu meredakan marah) terhadap
situasi buruk yang mungkin kita
alami.

Wednesday, 25 June 2014

MP3 playerku masih setia menemaniku hingga senja tiba. Lagu-lagu favoritku dan dia terus terputar di playlist yang telah ku buat. Membuat ku semakin tenggelam dalam kenangan saat masih bersamanya. Sahabatku yang dulu selalu ada di sampingku. Aku masih terhanyut dalam kenangan di masa lalu sejak pagi tadi. Kini senja mulai menampakan wujudnya, namun aku masih tak ingin keluar dari kamarku.

“Bayangkan ku melayang seluruh nafasku terbang. Bayangkan ku menghilang semua tanpamu teman. Bila nafasku lepas, semua langkah yang lelah, semua waktu yang hilang tapi bayangmu tetap….”

Tak mampu lagi aku menahan air mata ini saat terdengar lagu Peterpan yang berjudul Sahabat terputar di MP3 player yang ku taruh tepat di sampingku. Air mataku mulai jatuh membasahi pipiku. Aku hanya bisa menggigit kecil bibir bawahku untuk menahan kesedihanku. Ku buka satu persatu gambar-gambar yang penuh kenangan di album fotoku. Gambar-gambar yang mengingatkan ku akan sosok dia yang pernah menjadi orang paling penting dalam hidupku. Namanya adalah (rahasia). Sahabat terbaik yang pernah ku miliki. Dahulu kami selalu bersama, dimanapun ada dia maka disitulah aku berada.

Tuesday, 24 June 2014

TIPS ANTI MALAS SHOLAT 5 WAKTU

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .. Shalat adalah tiang agama. Nah lho, kalau tidak shalat berarti tiangnya kemana? Rasa malas sering datang ketika waktunya shalat. Bagaimana cara mengatasinya ? Yuk simak tips berikut :

1. Niat

Segala perbuatan tergantung pada niatnya. Niatkan pada diri kita untuk selalu shalat tepat di awal waktu. Bersungguh-sungguhlah melawan rasa malas itu. Jangan sampai rasa malas menguasai diri kita.

2. The power of habit

Biasakanlah untuk shalat lima waktu berjama'ah dimasjid ( bagi pria), walau pada awalnya terasa berat tapi kalau sudah dibiasakan akan terasa ringan bahkan kita akan merasa rugi bila meninggalkannya.

3. Kontrol diri

Jika rasa malas itu kembali menggerogoti kita, lawan saja. Ingat kewajiban kita sebagai orang muslim, ingatlah balasan/adzab Allah terhadap orang-orang yang meninggalkan shalat.

4. Jangan pernah di tunda

Jika adzan telah dikumandangkan,segeralah untuk berwudhu. Apabila sedang melakukan aktivitas sepenting apapun, berhentilah sejenak. Ini mungkin yang susah dilakukan, tapi menunda shalat akan menimbulkan rasa malas nantinya. Jangan tunda, segera laksanakan shalat.

5. Komitmen

Komitmen terhadap diri sendiri. Shalat itu kewajiban, dan kewajiban itu harus dilaksanakan. Lakukan terus secara konsisten, sehingga shalat pun berubah fungsi menjadi kebutuhan.

Rasa malas itu bisa datang kepada siapa saja. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Yang terpenting adalah niat, usaha, kemauan dan komitmen untuk melakukan shalat 5 waktu tepat waktu.

Ya Allah,
Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat nanti serta sampaikanlah umur kami dan keluarga kami kepada bulan Ramadhan .

Aamiin ya Rabbal'alamin

Sunday, 15 June 2014

Dibalik Meledaknya Pesawat Challenger.

[kisah nyata] Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.

Gedung putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger.

Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan! Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.

Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center. Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir.

Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara.

Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini?

Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa.

Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe.

Aku kalah.

Impian hidupku hancur.

Aku mengalami depresi.

Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku.

Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam?

Aku berpaling pada ayahku. Katanya, “Semua terjadi karena suatu alasan.”


*****

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku? Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang.

Aku teringat kata-kata ayahku,

“Semua terjadi karena suatu alasan.”

Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini.

Aku memiliki misi lain dalam hidup.

Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.

Aku menang karena aku telah kalah.

Aku, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan


"MOHON MAAF, PESERTA ATAS NAMA ------------------ DENGAN NOMOR PESERTA ---------------------

DINYATAKAN TIDAK LULUS UN PADA TAHUN 2014"

JANGAN PUTUS ASA DAN TETAP SEMANGAT !!"

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

jadikanlah kegagalan sementara ini sbg momen utk KOREKSI DIRI.. Kurang persiapan? Kurang perjuangan? Kurang usaha? Jadikan momen ini utk berubah menjadi pribadi yg LEBIH BAIK!!

kamu punya misi lain, tempat lain, dan yang pasti lebih baik jika kamu berusaha :)

keep smile!! selalu bersyukur!! :D

SEKIAN TERIMAKASIH #ULFAHMAULIDIANI